Share Slide Powerpoint (.ppt) Teknik-Teknik Konseling

Posted by predatorbuku Minggu, 22 Maret 2015 0 komentar
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
semenjak mengikuti kegiatan PKLT Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram, saya ga pernah lagi nih buka file-file kuliah dulu, eh malah nemu slide-slide tentang teknik konseling yang entah kapan dapet dari internet. yaudah daripada numpuk di hard disk, mendingan saya share aja lagi, siapa tau tempat download saya yang dulu tuh udah broken.
yaudah ni file slide (.ppt) teknik konseling udah saya satuin dalem format .rar jadi ga capek ngedownloadnya hehe. tapi sorry yah dipakein pasword .rar nya, nih passwordnya : http://phoenicca.blogspot.com/
isinya antara lain :
Teknik konseling REBT
Teknik konseling Beck
Teknik konseling Eksistensial
Teknik konseling Adlerian
Teknik konseling Realitas
Teknik konseling Psikoanalisis
Teknik konseling Rasional Emotive
Teknik konseling Gestalt
Teknik konseling Behaviouristik
Teknik konseling 3 M

mayan banyak kan yah hehe, tapi filenya kecil kok. ga percaya?? nih langsung aja download disini. oiya kalo udah download jangan lupa komen juga yahh. makasiiih :*

Baca Selengkapnya ....

Download gratis e-book psikologi dan konseling

Posted by predatorbuku Selasa, 14 Oktober 2014 6 komentar

Baca Selengkapnya ....

BERPIKIR DAN BERSYUKUR - sebuah pelajaran dari Onepiece

Posted by predatorbuku Selasa, 14 Mei 2013 1 komentar
“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah kamu dapat menghitungnya”.
Bagi anda yang mengenal Monkey D. Luffy pasti tahu ketika ia dalam keterpurukan karena kakaknya, Portgass D. Ace meninggal di depan matanya, dalam pelukannya. Segalanya menjadi gelap dalam pandangannya. Hasrat yang biasanya begitu menggebu-gebu lenyap ditelan kesedihan yang begitu mendalam. Ia bahkan menyakiti dirinya sendiri, berharap semua yang dialaminya itu adalah sebuah mimpi. Pada saat tertekan dan depresi itu, datanglah Jimbei, memukulinya sampai luffy sadar dan mau berpikir.
“Di hadapan dinding raksasa yang bernama ‘dunia’, satu demi satu akan menghalangi pengelihatanmu!!. Membuatmu tak bisa melihat ke depan!!. Dan menenggelamkan dirimu ke dalam gelapnya penyesalan, akhirnya kau hanya aka menyalahkan diri sendiri!!. Aku tahu, kau sekarang sedang menderita Luffy!!. Tapi singkirkan itu semua!!. Jangan hanya menghitung hal yang telah hilang!!. Kau tidak kehilangan segalanya!!! Pastikanlah sendiri, masih berapa lagi milikmu yang tersisa!!”.
Yapp!, ketika kegalauan sedang menghampiri kita, tetaplah berpikir positif. Ketika kita kehilangan sesuatu yang berharga, cobalah untuk ikhlas menerimanya. Kegagalan  yang sedang kita hadapi bukanlah akhir dari kehidupan. Penyesalan tidak akan membuat masalah terselesaikan, tapi justru akan menambah beban. Untuk menjadi seseorang yang kuat dan lebih baik, ketika terjatuh kita harus kembali bangkit dan menghadapi semuanya dengan tegar.
Berpikirlah, kita masih memiliki dua mata, tangan, kaki, dan dua lobang hidung!!. “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”. Saat kita terjatuh, hidup dalam kegalauan, kebingungan, kesulitan, dan keputus-asaan, berhentilah berpikir apa yang telah hilang. Namun pikirkan dan syukurilah apa yang masih kita miliki. Tubuh kita, bakat dan kemampuan kita, helaan nafas kita, serta akal kita adalah nikmat yang tidak seharusnya kita sia-siakan begitu saja. “Dan apa yang ada dalam dirimu, apakah kamu tidak memperhatikan?”.
Berpikirlah tentang apa yang ada pada diri kita, keluarga, rumah, teman-teman, dan lingkungan sekitar kita. Janganlah menjadi golongan orang yang termasuk kedalam “Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya”. Semoga kita terlindung dari keputus-asaan dan tetap diberi ketabahan dalam menjalani cobaan.
Disarikan dari komik onepiece vol 60 (Eiichiro Oda) dan 30 jalan kebahagiaan (Dr. ‘Aidh Al-Qarni)

Baca Selengkapnya ....

Teori Kepribadian Menurut Abraham Maslow

Posted by predatorbuku Selasa, 07 Mei 2013 2 komentar


Abraham Maslow adalah tokoh psikologi humanistik yang amat terkenal dengan bukunya mazhab ke tiga yang banyak mengupas tentang manusia. Maslow termasuk psikolog profesional yang banyak berorientasi pada aliran behavioris meskipun tidak bisa meninggalkan aliran Freud dan Gestalt. Dalam melihat tingkah laku manusia, banyak membahas tentang berbagai hal yang terkait dengan kebutuhan dasar. Kebutuhan dasar tersebut tidak hanya sebagai kebutuhan material, motive) namun juga bersifat spiritual. Kebutuhan manusia dimotivasi oleh dua dorongan yakni motif kemunduran (deficiency motivation) dan motif  perkembangan (growth motivation). Orang yang tidak memiliki kesehatan mental  yang baik akan mudah terpuaskan kebutuhan dasarnya tersebut, dan orang yang memiliki penyakit mental akan sulit untuk puas terhadap kebutuhan dasar, bahkan akan merasa kurang terus menerus.

Menurut aliran humanistik, manusia sebagai makhluk yang bebas dan bermartabat, selalu bergerak ke arah pengungkapan potensi yang dimiliki apabila lingkungan memungkinkan. Merupakan suatu gerakan yang berakar pada eksistensialisme (setiap individu memiliki kekuatan untuk memilih tindakan, menentukan sendiri nasib/wujud keberadaan serta bertanggungjawab atas pilihan dan keberadaannya).

A.    Pengaruh aliran eksistensialisme terhadap humanistik

1.      Individu adalah penentu tingkah laku dan pengalamannya sendiri (individu adalah agen yang sadar, bebas memilih atau menentukan setiap tindakannya untuk menjadi makhluk bebas dan bertanggungjawab)

2.      becomung, manusia tidak pernah diam, selalu dalam proses untuk menjadi sesuatu yang lain dari sebelumnya, hal ini akan terjadi jika lingkungan memungkinkan

3.      Perspektif fenomenologis, pengalaman subyektif sebagai fenomena yang utama, menekankan tentang kesadaran manusia, perasaan subyketif dan pengalaman personal yang berkaitan dengan individu ketika dalam berinteraksi dengan dunia sosialnya.

B.     Ajaran Dasarnya

1.      Individu sebagai keseluruhan yang integral. Prinsip holistik, motivasi mempengaruhi individu secara keseluruhan, bukan bagian, tidak ada kebutuhan perut atau mulut yang ada adalah kebutuhan individu

2.      ketidakrelevanan penyelidikan dengan menggunakan hewan sebagai percobaannya. Akan mengaburkan nilai kemanusiaan. Hanya manusia yang pantas dijadikan subyek pemahaman tingkah laku

3.      Pembawaan baik manusia, kejahatan karena hasil lingkungan bukan merupakan pembawaan

4.      Manusia memiliki potensi untuk kreatif asal kingkungan mendukung.

5.      Menekankan pada kesehatan psikologis

C.    Kebutuhan Dasar manusia

Prinsip dari pemenuhan kebutuhan adalah mencapai homoestatis yakni keseimbangan. Ada dua daerah kutub atas dan kutub bawah. Daerah kutub atas dinamakan Being Needs dan daerah kutub bawah Defisit Needs. Daerah kutub atas merupakan titik puncak  tercapainya self aatualization sedang yang Difisit needs merupakan kebutuhan yang mendasar (physiological needs, safety needs, belonging needs dan esteem needs). Sedang B needs merupakan motivasi pertumbuhan (kebutuhan untuk ada).

Kebutuhan manusia tersusun sebagai berikut:

1.      Kebutuhan fisologis (faali/ physiological needs),

         Adalah kebutuhan terkait dengan kelangsungan hidup manusia, kebutuhan yang pemuasannya tidak mungkin ditunda. Kebutuhan dasar biologis ini antara lain adalah makan, minum, istirahat, bernafas, keseimbangan temperatur, seks dan stimulasi sensorik. Kebutuhan ini akan mendesak dalam pemuasannya dibandingkan dengan kebutuhan yang lain. Manusia tidak beralih kepada kebuthan lain sebelum kebutuhan ini terpenuhi. Misalnya seseorang yang lapar, ia bisa melakukan kegiatan apapun untuk memenuhi dorongan perutnya bahkan mungkin perbuatan yang tidak normative. Orang yang tidak sehat mentalnya pemenuha kebutuhan ini tidak pernah merasakan kepuasan.

2.      Kebutuhan akan rasa aman (need for self security).

           Kebutuhan ini merupakan kebutuhan dasar kedua, yang muncul ketika kebutuhan fisiologis terpuaskan. Adapaun yang termasuk kebutuhan ini adalah: keamanan, perlindungan, ketergantungan, bebas dari rasa takut, cemas dan kekalutan, terganggu kebutuhan rasa amannya maka yang muncul adalah sikap ekspresive atau dengan menarik diri karena merasa takut dan terancam keselamatannya. Hal ini tidak akan terjadi pada orang dewasa, kecuali orang yang terganggu (neurosis). Kebutuhan yang harmonis adalah harapan anak untuk mendapatkan keamanan, sehingga suasana menakutkan, seperti perpisahan, perceraian, tekanan fisik, kemarahan adalah hal yang menakutkan.

3.      Kebutuhan akan rasa cinta (need for love and belongingness).

           Dorongan ini merupakan kebutuhan yang lebih meningkat lagi dari kebutuhan sebelumnya. Kebutuhan ini terkait dengan keinginannya untuk berelasi dengan orang lain secara efektif atau interaksi secara emosional, baik individu yang ada pada lingkungan keluarga maupun individu lain diluarnya (masyarakat). Seorang individu akan terasing dan merasa kesepian jika diasingkan oleh kelompoknya. Perasaan cinta  berorientasi pada kasih sayang bukan seksualitas seperti psikoanalisis. Cinta adalah kebutuhan pokok bagi perumbuhan dan perkembangan manusia. Jika terhambat atau tidak terpenuhi dapat menimbulkan salah penyesuaian. Perasaan saling percaya adalah hubungan sehat, penuh kasih sayang adalah bagian cinta yang sesungguhnya, yakni cinta yang memberi dan menerima.

4.      Kebutuhan akan  rasa dimiliki dan memiliki (need for belonging)

Hubungan kasih sayang untuk saling memiliki merupakan kebutuhan dasar bagi setiap individu. Cinta bukan berorientasi seks, melainkan lebih mengarah pada rasa saying untuk saling memiliki secara psikologis. Tanpa cinat pertumbuhan dan perkembangan kemampuan orang akan terhambat. Kekurangan cinta pada masa pertumbuhan awal dapat menyebabkan kesulitan anak untuk melakukan penyesuaian diri. Kebutuhan akan cinta adalah cinta yang memberi dan cinta yang menerima. Adat kebudayaan seringkali membuat kita menghindari kemesraan, jelainan persahabatn hanya bersifat dangkal, meremehkan dan tidak menghargai orang lain. Jika cinta tidak dimunculkan dalam melakukan interaksi dengan sesama manusia maka yang muncul adalah gelombang permusuhan dan kebencian.

5.      Kebutuhan akan harga diri (need for self esteem)

              Penghargaan merupakan kebutuhan dasar bagi setiap individu untuk dapat dipenuhi. Individu yang terpenuhi kebutuhan akan penghargaan akan muncul perasaan positif terhadap dirinya sehingga akan terhindar dari gangguan patologis. Lingkungan sosial serta budaya yang memberikan penghargaan positif pada seseorang dapat menimbulkan perasaan dimiliki sehingga akan muncul perasaan memiliki lingkungan. Buadaya yang menolak dan tidak memiliki individu maka juga akan ditolak oleh individu sendiri.

            Kebutuhan ini berasal dari dua hal, pertama (berasal dari diri sendiri), keinginan atau kekuatan, prestasi, kecukupan, keunggulan, kemampuan dan kepercayaan diri. Kedua (berasal dari lorang lain), yakni: nama baik, gengsi, status, ketenaran, prestise dan kemuliaan, dominasi, pengakuan, perhatian, martabat atau apresiasi. Seseorang yang memiliki harga diri yang cukup akan memiliki kepercayaan diri yang tinggi serta lebih produltif,  sementara orang yang tidak memiliki harga diri aka n diliputi rasa tidak berdaya yang berakibat pada keputusasaan dan perilaku neurotik. Harga diri yang stabil dan sehat tumbuh dan berkembang dalam penghargaan yang wajar dari orang lain, bukan karena nama harum, kemasyhuran serta sanjungan yang kosong. (Maslow) Suatu sifat dapat dipandang sebagai kebutuhan dasar jika memenuhi syarat:

1.      Ketidakhadirannya menimbulkan penyakit

2.      Kehadirannya mencegah penyakit

3.      Pemulihannya menumbuhkan penyakit

4.      Dalam keadaan kekurang lebih diuatamakan

5.      Bagi orang yang sakit kebutuhan tersebut menjadi lemah

Meskipun seseorang telah terpenuhi semua kebutuhan, banyak yang tidak merasa terpuaskan, sehingga  muncul kegelisahan, perasaan ini muncul karena kualitas potensi yang ada pada dirinya belum teraktualisasi. Dorongan aktualisasi diri muncul dari dalam dirinya, tidak terpengaruh oleh factor luar dirinya. Dorongan aktualisasi diri memiliki hambatan, baik internal maupun eksternal.

Hambatan internal berasal dari diri sendiri, antara lain ketidaktahuan akan potensinya, keraguan, perasaan takut untuk mengungkapkan potensinya. Hambatan eksternal berasal dari budaya masyarakat yang kurang mendukung. Aktualisasi diri merupakan kebutuhan yang paling tinggi tingkatannya. Aktualisasi diri didorong oleh kebutuhan yang bernilai tinggi atau metamotivation (Being Values). Kebutuhan manusia didorong oleh dua motivasi, yakni motivasi kekurangan (deficiency motivation) dan motivasi pertumbuhan (growth motivation). Dalam basic needs, kebutuhan tersebut bersifat kerarkhis, namun dalam kebutuhan pertumbuhan tidaklah demikian. Individu yang terhambat dalam metamotivation akan mengalami gangguan metapathology. Dua arah pilihan hidup manusia, yakni maju atau mundur (Progessive choice dan regressive choice).

Motive pertumbuhan mengarah pada progressive choice dan sebaliknya motive kemunduran mengarah pada regressive choice. Adapun karakteristik orang yang mengaktualisasikan diri adalah: mampu melihat realita secara efisien, penerimaan terhadap diri sendiri, orang lain dan kodrat, spontanitas, kesederhanaan dan kewajaran, terpusat pada persoalan, memisahkan diri (kebutuhan akan kesendirian, otonom, kesegaran dan aspirasi yang berkelanjutan, pengalaman puncak, kesadaran social, hubungan interpersonal, struktur watak demokratis, membedakan antara cara dengan tujuan, memiliki rasa humor yang filosofis dan tidak meimbulkan permusuhan, kreatifitas, memiliki daya tahan terhadap kebudayaan

D.    Kemampuan manusia

Manusia memiliki kemampuan untuk bersikap kreatif, spontan, penuh perhatian pada orang lain, penuh rasa ingin tahu, kemampuan untuk berkembang secara terus menerus serta kemampuan untuk mencintai dan dicintai. Pengalaman masa lampau akan hadir pada masa kini dalam diri setiap orang.

Manusia memiliki kapasitas untuk tumbuh, namun banyak sekali kemampuan yang mestinya berkembang secara maksimal menjadi gagal dan tidak tumbuh. Beberapa penyebanya antara lain adalah:

1.      Lemahnya naluri untuk tumbuh, akibatnya benih untuk tumbuh menjadi lemah tak berdaya yang disebabkan oleh kebiasaan buruk, lingkungan budaya atau pendidikan yang tidak memedai

2.      Ketakutan pada naluri-naluri, karena mamandang semua naluri bersifat kebinatangan.

3.      Pengaruh negatif kebutuhan akan rasa aman dan perlindungan yang sangat rendah

4.      Adanya keragu-raguan pada kemampuan yang dimiliki

5.      Hambatan lingkungan dan budaya

E.     Kepribadian dan perkembangan psikologis

Menurut Maslow kepribadian adalah kemampuan psikologis  seseorang untuk memenuhi dua tuntutan kebutuhan dasar manusia yakni D needs dan B needs yang dipengaruhi oleh factor social dan budaya.  Orang yang terpuaskan kebutuhan dasar ternyata lebih sehat, lebih efektif, sedangkan orang yang kebutuhan dasarnya tidak terpuaskan menunjukkan gejala psikopatologis.

Individu yang memiliki kepribadian masak akan memiliki penghargaan yang sehat terhadap dirinya sendiri, tidak bergantung pada orang lain (inferiority). Pengahrgaan yang diterima dari orang lain merupakan sesuatu yang memang layak untuk diterimanya. Mereka tidak membutuhkan ketenanran atau kemasyhuran yang kosong (semu), memiliki mental yang kokoh serta kontrol diri yang baik, mampu menerima kelemahan dan kesalahan diri dengan sikap positif

Individu yang memiliki kesehatan secara psikologis memiliki sifat saangat mandiri dan mencintai orang lain, memiliki keinginan yang sehat untuk perluasan diri dan mereka banyak dikendalikan oleh perintah-perintah bathin, oleh fitrah sendiri, oleh kebutuhan alamiah, daripada  oleh masyarakat atau lingkungannya. Kepribadian yang sehat akan menemukan kebahagiaan dalam membantu orang lain serta tidak mengalami kebingungan untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Perkembangan psikologis mahnusia, manusia yang bisa mencapai being needs ternyata jumlahnya tidak banyak (2 %) dari populasi. Manusia yang mencapai being needs bias membedakan mana yang pura-pura dan mana yang nyata. Melihat persoalan kehidupan sebagai suatu yang harus dicari jalan keluarnya bukan sebagai takdir pribadi yang harus diterima dan pasrah. Memiliki persepsi yang berbeda mana yang dipakai sebagai alat  dan mana tujuan. Memiliki cara yang berbedadalam bergaul dengan orang lain.

F.     Pentingnya Pendidikan

Dalam pendidikan Maslow tetap memandang pentingnya masa kanak-kanak. Bayi-bayi yang pada usia 18 bulan pertama tidak mendapatkan kasih sayang akan tumbuh menjadi pribadi yang  psikopath. Anak yang ditolak setengah-setengah akan menunjukkan tingkah laku dengan cara sikap kehausan terhadap kasih sayang. Sedangkan anak yang sejak awal ditolak tidak menunjukkan cinta kasih melainkan sikap dingin dan kesan tidak memiliki kebutuhan akan kasih sayang sedikitpun.

Tahun pertama dalam perkembangan anak merupakan tahun pembentukan watak. Pemberian kasih sayang yang disarankan adalah dengan memberikan kebebsan dalam batas-batas. Orang tua yang diktator, menindas, mengekang anak mengakibatkan perkembangan anak mengalami hambatan sehungga anak tidak dapat mengembangkan kepribadiannya sendisi secara maksimal. Anak akan mengalami hambatan dalam penyesuaian diri. Anak yang sehat akan senang tumbuh dan mengalami kemajuan, memperoleh ketrampilan-ketrampilan, kapasitas-kapasitas serta kekuatan-kekuatan baru.

Pendidikan formal maupun informal memainkan peranan penting dalam mengembangkan watak. Dua tahun pertama kehidupan seseorang memiliki perannan yang amat penting. Pada awal tahun ini, jika anak merasa aman dan kuat maka dalam perkembangannya cenderung memiliki keamanan dalam mengahadpi berbagai ancaman di masa mendatang. Kebutuhan akan kebebasan untuk tumbuh, belajar dan menemukan diri serta mengembangkan ketrampilan-ketrampilan bukan berarti kebebasan tanpa aturan. Kedisiplinan, tata tertib, batas-batas serta kesepakatan untuk belajar memahami, mengendalikan menyalurkan dan mengatasi frustrasi merupakan sesuatu yang harus ditegakkan.

Orang tua harus menghindarkan diri dari sikap melindungi dan memanjakan anak secara berlebihan sampai-sampai segala sesuatu yang dibutuhkan anak disediakan tanpa anak harus berusaha, Anak semacam itu tidak akan berkembang menjadi pribadi kuat dan mandiri. Akan melahirkan anak yang memiliki kecenderungan memperalat orang lain, bukan menghormatinya.

Anak yang dimanjakan dan merasa tidak aman cenderung lengket pada ibunya yang melambangkan rasa aman srta perlindungan. Namun justru itulah yang akan menyebabkan kegagalan dalam melakukan eksplorasi, berpetualang, belajar berkembang. Proses mendidik harus mampu mengembangkan disiplin diri, sponatnitas dan kreativitas.

G.    Kepribadian yang sehat dan orang yang mengaktualisasi

Kepribadian yang sehat merupakan proses yang diperoleh melalui perjalanan panjang, baik melalui pengalaman belajar dengan lingkungan, lewat pengasuhan maupun pengaruh social budaya dimana individu berada. Kepribadian sehat ditandai dengan berbagi ciri antara lain:

1.      Memiliki kemampuan dalam menyesuaikan diri

2.      Disiplin dan tanggungjawab

3.      Menghargadi diri dan orang lain

4.      Dinamis

5.      Tidak senang konflik

6.      Memiliki rasa humor yang tinggi

Aktualisasi diri merupakan keadaan puncak dimana orang  telah mencapai keadaan akhir suatu tujuan jangka panjang, bukan suatu proses yang dinamis. Bukan kehidupan untuk memiliki melainkan pada kebutuhan untuk menjadi. Mereka mampu melihat hidup secara jernih, melihat hidup apa adanya bukan menurut keinginan mereka, tidak bersikap emosional dan obyektif terhadap hasil pengamatnnya.

Berbagai pandangan Maslow mengenai kebutuhan manusia maka ada beberapa cirri atau tanda individu yang telah mencapai titik puncak aktualisasi  adalah sebagai berikut:

1.      Bersikap obyektif dan tidak emosional

     Pribadi yang teraktualisasi memiliki kemampuan dalam melihat kehidupan secara jernih, melihat hidup bukan karena keinginannya melainkan karena kuwajibannya. Mereka tidak emosional, bersikap obyektif terhadap apa yang diamati

2.      Memiliki pengertian tentang benar dan salah

     Orang yang teraktualisasi dirinya pemikirannya tentang kebenaran dan kesalahan adalah apa adanya, sehingga mereka mampu meramalkan persitiwa yang bakal terjadi. Mereka mampu melihat realitas-realitas yang tersembunyi serta lebih cepat bergerak dibanding kebanyakan orang

3.      Memiliki sifat rendah hati

     Kepribadian yang teraktualisasi memiliki sifat rendah hati, mampu mendengarkan orang lain dengan rasa rendah hati dan penuh kesabaran. Mau mengakui bahwa banyak kelemahan yang dimiliki, mereka tidak tahu segala-galanya, orang lain akan mampu mengajari mereka sesuatu yang ia tidak memiliki

4.      Terhindar dari gangguan psikologis

     Pribadi yang teraktualisasi akan jauh dari tekanan mental serta frustrasi. Merak hidup bukan untuk dirinya melainkan untuk orang lain secara universal, mereka memiliki hasrat yang maju dan positif sehingga mereka terhindardari perasaan cemas, konflik dan frustrasi. Mereka memiliki penilaian yang bebas being cognition.

5.      Mengabdikan hidupnya untuk pekerjaan

     Pribadi yang teraktualisasi memiliki sikap hidup yang dinamis, cinta terhadap pekerjaan sera memiliki loyalitas yang tinggi. Mereke berfikir apa yang dilakukan bukanlah untuk hari ini melainkan untuk kehidupan yang lebih panjang. Bekerja memberikan kebahagiaan dan kenikmatan, sehingga pekerjaan dilakukan dengan baik dan penuh tanggungjawab serta disiplin tinggi bahkan sering menunda kenikmatan

6.      Memiliki kreativitas

     Sifat yang terkait dengan kreativitas antara lain adalah flexible, spontanitas, memeliki keberanian serta tidak takut membuat kesalahan, penuh keterbukaan serta kerendahan hati. Pribadi yang demikian tidak kehilangan dalam melakukan pendekatan sehingga sosialisasi menjadi positif .

7.      Memiliki spontanitas

     Spontanitas hampir memiliki arti yang sama denga kreativitas. Pribadi ini memiliki sikap ekspresif, wajar dan polos. Perilakunya dikerjakan apa yang ada sesuai keadaan dirinya bukan untuk mencari penghargaan melainkan apa yang dilakukan merupakan spontanitas apa yang dimilikinya.

8.      Kadar konflik yang rendah

     Pribadi yang teraktualisasi memiliki kepercayaan serta penghargaan diri yang tinggi. Mereka tidak berperang melawan diri, pribadinya menyatu sehingga kadar konfliknya rendah. Mereka memiliki energi untuk kegiatan-kegiatan yang produktif. Mereka lebih banyak dikendalikan oleh perintah fitrah batinnya bukan kebutuhan alamiah dari tuntutan masyarakat atau lingkungannya.

Kebanyakan neurosis berkaitan dengan kebutuhan rasa aman dan hubungan dengan orang lain seperti kebutuhan akan penghargaan, penerimaan rasa memiliki dan dimiliki. Kepribadian yang sakit adalah orang yang tidak pernah berhasil menjalin relasi–relasi manusiawi yang baik. Menurut Maslow Neurosis merupakan gangguan gangguan rokhani karena kehilangan makna, keragu-raguan tentang tujuan hidup, kepedihan serta amarah atas cinta yang hilang, ia melihat hidup dengan cara yang lain, kehilangan keberanian atau harapan, keputusasaan dalam mengahadpi masa depan, kebencian terhadap diri sendiri, menyendiri, menyia-nyiakan hidup dan tidak memiliki kegembiraan.

Kepribadian seperti itu secara fisik bisa dikatakan sudah matang, namun secara psikologis terbelakang, tidak mampu meninggalkan masa kanak-kanak, takut terhadap hukuman dan tidak mampu berhubungan dengan orang lain dengan sehat. Munculnya konflik antar individu bermula dari adanya konflik bathin antara kematangan dan ketidakmatangan, antara tangguangjawaban dan sikap semaunya sendiri antara dorongan dan kontrol diri anatar hasrat diri dan tuntutan masyarakat. Semuanya itu merupakan efek samping dari masalah komunikasi di dalam individu sendiri.


Baca Selengkapnya ....

WAKTUNYA PULANG

Posted by predatorbuku Kamis, 04 April 2013 0 komentar


cerpen



“Lalu  selanjutnya bagaimana bapak guru?”, sela seorang murid yang duduk di bangku paling depan.
“Ah kau ini mengganggu saja jang, simaklah saja, jangan kau potong dengan pertanyaanmu itu. Kita harus sabar”, orang di samping siswa yang dipanggil Ujang itu protes dan menjitak kepala plontos murid yang tidak tertib itu.
“Membosankan, bahkan aku sudah hafal setiap kata dan kalimat lanjutannya, tapi masih saja ada yang penasaran, huhh!”, seorang gadis manis berkacamata yang terlihat paling menonjol mendengus sebal.
Sementara itu sang guru hanya tersenyum melihat para siswa yang antusias mendengarkan penjelasannya. Sejenak, diliriknya horloge pemberian sang ayah, satu-satunya peninggalan berharga yang diwariskannya sebelum meninggal dunia. ‘ah masih ada waktu beberapa menit sebelum waktu kembali muda’ pikir sang guru. Baginya, waktu memang penting, sangat penting malah, sehingga penggunaannya harus diperhitungkan dengan matang. Terlintas kembali dalam memorinya akan wejangan-wejangan sang ayah dahulu.
‘Nak, bagi orang barat, waktu itu diibaratkan sebagai uang, dan orang arab melambangkannya sebagai pedang, tapi bagi ayah waktu itu sama halnya dengan makhluk hidup lainnya. Waktu ada dimana-mana, bernapas dan hidup berdampingan dengan kita, manusia. Ironisnya, hanya sedikit saja manusia yang menyadari eksistensinya. Jika kau beruntung nanti kau pun kan menyadari keberadaanya nak, semoga’. Setelahnya, kalimat sang ayah berkelebat cepat, seolah berkejaran dengan waktu yang sedang diceritakannya.
Entah benar atau tidak, sang bapak guru lebih memilih untuk mempercayainya, meyakini kebenaran dibalik kata-kata ayahnya. Toh sebenarnya tidak ada kebenaran yang benar-benar benar selain kebenaran hakiki dari-Nya, selain itu semuanya relatif. Semua itu tercermin dari sikap sang guru yang hidup saling bertoleransi dengan waktu. Ia tak lagi memainkan peran sebagai seorang pemburu, hidup untuk mengejar-ngejar waktu. Ia juga tidak sedang bermain lakon sebagai seorang bisu-buta-tuli, acuh terhadap hidup, waktu dan segala misteri. Ia adalah tipe seorang guru yang memiliki sahabat sebuah waktu.
Dahulu ia pernah (bahkan sering) tidak masuk mengajar berbulan-bulan. Para siswa sangat merindukan kedatangannya disetiap waktu yang meremaja. Bahkan ia mendapat laporan bahwa beberapa siswanya mengeluh dan mengadukan kerinduannya pada bapak kepala sekolah. Namun entah apa kelanjutan yang terjadi dibalik kaca tebal ruangan khusus bapak kepala sekolah itu. Sang guru memang terlihat jarang tidak datang berbulan-bulan, berminggu-minggu, atau berhari-hari lagi. Dan para siswa selalu merindukan gurunya karena berjam-jam, bermenit-menit, atau berdetik-detik lamanya tak berjumpa dengan sang guru.
Namun kini semuanya telah berubah semenjak sang guru bertenggang rasa dan saling menghormati dengan sahabatnya, waktu. Prinsipnya, ‘berlari bukan berarti berburu waktu dan diam tak selalu bermakna acuhkan keadaan’ berhasil mencegah kepunahan waktu karena habis terburu-buru. Ia mulai hidup seperti waktu, tumbuh muda, meremaja dan dewasa dalam dentang jarum penunjuk waktu. Jika ia terbanting pada ujung kematian bersama menuanya waktu, ia kan kembali hidup mengulangi hidup bersama waktu yang memuda di angka satu.
“Lalu selanjutnya bagaimana bapak guru?”, Ujang terlihat makin tak sabar. Ia telah selesai berkemas sejak beberapa menit yang lalu. Di dalam ruang kelas yang pengap dan gerah itu, ujang seperti lakon seorang pemburu, terburu-buru mengejar waktu. AC yang terpajang di dinding kelasnya tak mampu hentikan keringat yang terlihat merembes pada kaosnya, sebenarnya karena AC tersebut hanya digunakan sebagai pajangan semata.
“Iya bapak guru, bagaimana selanjutnya?”, Budi yang sebelumnya kurang sependapat dengan Ujang kini sepertinya sudah tidak sabar juga. Gerak-geriknya terlihat gelisah. Pandangan matanya terfokus pada layar HP dan pintu ruang kelasnya. Sempat pula ia memegangi perut yang memanggilnya mesra.
“Ayolah bapak guru ucapkan kalimat itu, atau biarkan kali ini saya yang mengumandangkannya penuh semangat!”, sang gadis bermata empat mencoba merayu bapak guru untuk mengeluarkan kata-kata pamungkasnya. Gadis ini juga terlihat sudah menutup lembaran buku yang biasanya tak pernah ia biarkan tertutup. Ia sudah siap menerima kalimat bapak gurunya, ah bukan hanya dia saja. Seluruh siswa di kelas sudah bersiaga hendak menerima tugas dari sang bapak guru.
Sang bapak guru pun mulai berkemas. Ia mengeluarkan setumpuk kertas hasil tulisan para siswanya dan membagikannya sama rata. Ia tersenyum penuh wibawa, ditatapnya wajah anak didiknya satu-persatu, kemudian ia sengaja menarik napas agak dalam dan menghembuskannya dengan pelan namun pasti. Dengan begitu ia berhasil membungkam sedikit keriuhan di ruang kelasnya. Dan memang benar, semuanya langsung terdiam. Menunggu kalimat maut sang guru.
“Baiklah, WAKTUNYA PULANG!!”, lantang dan tegas sang guru bersabda, dan keheningan sesaat tadi pun pecah.
“Yess pulaaaang..”.
“Aku mampir ke kosmu dulu ya sayaang..”.
“Hepp singgak tuges tie maeh..”.
“Nanti kita jadi futsal bro..”.
“Bagaimana kabarnya program ngung..  itu bung?”.
“Kemana kita eeng... ah masa sih nggg.... sanggar??...... ngeng nging.... oh.... ngngnung..... ...urusnya......”
Dan akhirnya semua kembali pulang ke diri masing-masing. Dalam keriuhan itu sayup-sayup terdengar pesan sang bapak guru, “jangan lupa luangkan waktu kalian untuk pulang ke ‘rumah”.

48/0/20/21/1/13

Baca Selengkapnya ....

Mengenal dan menemukan jati diri melalui tulisan

Posted by predatorbuku Rabu, 03 April 2013 1 komentar
Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Alhamdulillah setelah sekian lama ingin memulai aktifitas blogging, akhirnya niat tersebut baru bisa terlaksana sekarang. Horee kasi tepuk tangan dong :D
Menulis memang bisa dikatakan sebuah hobi bagi saya pribadi, ya susah-susah gampang gitu lah. Sebenarnya siapa saja pasti bisa menulis, tapi masalahnya sebagian besar dari diri kita lebih suka berkomunikasi dengan media lisan sehingga ketika disuruh menulis pasti jadi agak susah.
Saya yakin semua teman ulumuna yang membaca post ini pasti bisa menulis kan?. Saya juga yakin sobat ulumuna selain BISA menulis pasti juga MAU menulis kan??. hehehe sengaja di capslock biar jelas perbedaan antara bisa dan mau. Seandainya saja semua blogger dan pengunjungnya mau menulis sendiri pasti budaya copy-paste tidak mendapat tempat di negri kita ini. Banyak yang sering mengatakan "just the way you are" tapi belum memahami makna sebenarnya dari kalimat tersebut. jika memang ingin menjadi diri sendiri, kenapa malah suka plagiat karya orang lain? ayoo doong kita bangun kembali mental kreatif kita, kapan lagi kita bisa berubah kalo kita takut menghadapi tantangan dan resikonya?
tunjukkan siapa dirimu melalui tulisanmu.

oh iya sebagai post pertama, biasanya diisi perkenalan kan ya?? tapi bagi saya sebelum memperkenalkan diri ke orang lain, kita harus mengenal diri kita terlebih dahulu. karena itulah post ini dikasi judul begitu hehe.
nama saya *piiip piiip* (disensor)
panggil saja wind, asli sasak, tinggal di mataram, dan selebihnya klik profil aja yaa
oke salam kenal yaa buat temen-temen yang mampir kesini :D
mohon bantuan dan petunjuknya juga yaa, maklum masih newbie niih.

Baca Selengkapnya ....
trikmudahseo.blogspot.com support www.evafashionstore.com - Original design by Bamz | Copyright of ULUMUNA .